MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK CIPTAAN ALLAH


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pertama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan resume ini. Dan tak lupa kita mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang di ridhai Allah SWT.
Pada hari ini saya akan menjelaskan tentang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, Manusia memiliki akal untuk berfikir dan memiliki perasaan dalam melakukan sesuatu. Sehingga manusia merupakan Khalifah dimuka bumi ini.

            Manusia merupakan kombinasi dari unsur unsur roh, jiwa, pikiran dan perana atau badan fisik. “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan dil autan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’ : 70).
Allah SWT juga menjelaskan bagaimana manusia diciptakan dan dari apa manusia diciptakan
”Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, dan segumpal darah itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami jadikan segumpal daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang(berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, pencipta yang paling baik”. (QS. Al-Mu’minun ayat 12-14)
Manusia merupakan mahkluk ciptaan Allah yang harus beribadah kepada Allah begitupun dengan jin. Dalam artian, dimana manusia dan jin diberi kesempatan untuk berubah dan melakukan sesutau hal sesuai dengan keinginan mereka. Berbeda dengan malaikat , hewan, dan tumbuhan dimana mereka diciptakan memang untuk patuh kepada Allah, yang harus berjalan dengan aturan dan perintah Allah. Hal ini yang harus kita ketahui bahwa manusia dapat berubah menjadi baik ataupun buruk sesuai keinginannya. Namun, setiap kegiatan dan perbuatan manusia akan dapat balasannya di akhirat nanti.
Berbicara tentag Iblis. Iblis merupakan salah satu bangsa jin yang diciptakan oleh Allah, dan Allah juga menjelaskan bahwa iblis diciptakan dari sebuah api yang panas dan api yang menyala.
Allah berfirman dalam (QS Al-Hijr [15] : 27)
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. 
Dan Allah berfirman dalam ( QS Ar Rahman [55] : 15 )
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
Iblis merupakan bangsa jin yang dahulu sangat bertakwa kepada Allah namun dengan kesombongannya membuat dirinya dilaknat oleh Allah SWT dan juga terusir dari Surga. Setelah diusir, akhirnya Iblis pun mulai membangun istananya di lautan. Iblis memilih lautan karena luasnya mencapai tiga perempat dari luas bumi.
Hal ini berawal dari kesombongan yang iblis termasuk dari salah satu penghuni surga yang doanya terkenal makbul. Karena doanya yang ampuh tersebut, malaikat-malaikat lain memnjadikan iblis sebagai guru mereka agar terhindar dari laknat Allah SWT.
Peristiwa itu terjadi manakala Malaikat Isarfil yang sedang berkeliling mengitari surga mendapati sebuah tulisan.
Tulisan tersebut berbunyi,
"Seorang hamba Allah SWT yang telah lama mengabdi akan mendapat laknat Allah SWT dengan sebab menolak perintah Allah."

Selama kurun waktu 120 ribu tahun, Iblis, menyandang gelar (azazil) kehormatan dan kemuliaan, dan hingga tibalah Nabi Adam as diciptakan. Allah SWT menyuruh semua malaikat sujud kepada Adam yang diciptakan sebagai khalifah (pemimpin) di bumi.
Semua malikat segera patuh dan melaksanakan perintah Allah SWT tersebut. Namun Azazil (Iblis) malah membangkang. Di menolak melaksanakan perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Adam karena kesombongannya. Sejak saat itulah Iblis dijadikan simbol dari kesombongan, tentang takabur, tentang selalu berbangga diri. Sifat-sifat inilah yang kemudian ditularkan oleh Iblis agar tersesat dari jalan Allah SWT. Nah, sejak Iblis terlempar dari Surga, Iblis membangun singgasana dan istana di lautan.
Selain manusia dan iblis, Allah menciptakan malaikat yang diciptakan dari sebuah cahaya arsy. Hal ini dapat kita lihat dari hadis Nabi Muhammad yakni,


Malaikat-pun memiliki wujud yang telah dijabarkan di dalamAl Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4.  (QS Fatir [35]:1)
“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, di mana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-‘Arsy memiliki 2400 sayap di mana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.
Dalam hal ini kita tahu bahwa semua makhluk ciptaan Allah dicipatkan dari hal yang berbeda dan cara yang berbeda. Perbedaan tersebut jangan sampai menjadikan kita sombong maupun takabur. hendaknya kita sebagai manusia haruslah taat dan beribadah kepada Allah sesuai dengan akal dan pikiran masing masing, dan kita harus bersyukur karena kita sudah dipercayakan sebagai khalifah di muka bumi ini.
Sekian dulu penjelasan dari saya, semoga apa yang saya jelaskan tadi bermanfaat bagi anda. Terima kasih telah berkunjung.


            Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEWAJIBAN BELAJAR MUSLIMIN DAN MUSLIMAT

Manusia Sebagai Mahkluk Peneliti

MANUSIA MAKHLUK BELAJAR (PART2)