TUGAS AGAMA (10/09/2018) MANUSIA DI ANTARA CIPTAAN ALLAH

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pertama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan resume ini. Dan tak lupa kita mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang di ridhai Allah SWT.
Pada hari ini saya akan menjelaskan tentang manusia diantara ciptaan Allah. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, Manusia memeliki akal untuk berfikir dan memiliki perasaan dalam melakukan sesuatu. Sehingga manusia merupakan lhalifah dimuka bumi ini.

            Manusia merupakan kobinasi dari unsur unsur roh, jiwa, pikiran dan perana atau badan fisik. “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan dil autan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’ : 70).
            Manusia memanglah mahkluk ciptaan Allah yang paling sempurna dan pemimpin di bumi ini. Namun, Manusia tidak sebanding dengan kebesaran  Allah. Kebesaran Allah sangatlah banyak tentu hal ini dapat kita lihat dan pernah kita pelajari dalam ilmu pengetahuan, salah satunya yaitu, terbentuknya alam semesta dan seisinya.
Alam semesta berasal dari dua kata yaitu alam dan semesta. Kata alam beratikan “segala yang ada di langit dan di bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan)” dan semesta berartikan “ seluruhnya atau semuanya”. Alam semesta merupakan semuanya yang ada dilangit dan dibumi. sebagai segala sesuatu yang dianggap ada secara fisik, seluruh ruang, waktu, dan segala bentuk materi serta energi. Istilah semesta atau jagat raya dapat digunakan dalam indra kontekstual yang sedikit berbeda, yang menunjukkan konsep-konsep seperti kosmosdunia, atau alam.
Dalam salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori big bang), disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari sebuah ledakan kosmis sekitar 10-20 miliar tahun yang lalu yang mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah titik. Mungkin banyak di antara kita yang telah membaca tentang teori tersebut.Namun, terbentuknya alam semseta telah di jelaskan dalam al-qur’an   (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 ):


Artinya : “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy.Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”
Dalam ayat di atas kita dapat memaparkan bahwasanya alam semesta tebentuk dalam enam masa dan kornologisnya yaitu;

Masa ke 1

Artinya: “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)

Masa ke 1 Ini dimulai dengan sebuah ledakan besar sekitar 12-20 miliar tahun lalu.Inilah awal terciptanya materi, energy, dan waktu. Materi yang mula-mula terbentuk adalah hydrogen yang menjadi bahan dasar bagi bintang-bintang generasi pertama. Hasil fusi nuklir antara inti-inti hydrogen, meghasilkan unsur-unsur yang lebih berat, seperti karbon, oksigen, sampai besi atau disebut juga Nukleosintesis Big Bang.

Masa ke 2

Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu” 
Masa ini adalah pembentukan langit. Pengetahuan saat ini menunjukan bahwa langit biru hanyalah disebabkan hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel atmosfer. Di luar atmosfer langit biru tak ada lagi, yang ada hanyalah titik cahaya bintang , galaxy, dan benda-benda langit lainnya. Jadi, langit bukanlah hanya kubah biru yang ada di atas sana, melainkan keseluruhan yang ada di atas sana (bintang-bintang, galaxy, dan benda-benda langit lainnya)Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)

Masa ke 3


Artinya : “dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.” Q.S An-Nazi’at [79] : 29
Pada masa ini dalam penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata surya, termasuk bumi. Selain itu pada masa ini juga terjadi proses pembentukan matahari sekitar 4,6 miliar tahun lalu dan mulai di pancarkannya cahaya dan angin matahari. Proto-bumi (bayi bumi) yang telah terbentuk terus berotasi menghasilkan fenomena siang dan malam di bumi 

Masa ke 4

Artinya :“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”(Q.S. an-Naziat [79] :30)
Bumi yang terbentuk dari debu-debu antarbintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dari peluruhan unsure-unsur radioaktif di bawah kulit bumi.
Akibat pemanasan endogenik itu materi di bawahkulit bumi menjadi lebu,antara lain muncul sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi  dasar lautan dan granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut. Pemadatan kulit bumiyang menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang tampaknya dimaksudkan “penghamparan bumi
Masa ke 5


Artinya :“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup… “ (Q.S. al-anbiya [21] : 30
Selain itu, pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca dibumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan kondisi atmosfer purba yang kaya akan gas metan dan ammonia  serta sama sekali tidak mengandung oksigen bebas dengan bantuan energy listrik dan halilintar diduga menjadi awal kelahiran senyawa organic.Senyawa organic yang mengikuti aliran air akhirnya tertumpuk di laut. Kehidupan diperkirakan bermula dari laut yang hangat sekitar 3,5 miliar tahun lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah ditemukan. Sebagaimana dikembalikan pada surat Al Anbiya [21] ayat 30 yang telah menyebutkan bahwasannya semua makhluk hidup berasal dari air.
Masa ke 6
Masa keenam dalam proses penciptaan alam ini adalah dengan lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan.Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 miliar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ini pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran lempengan tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut.
Dengan ini kita tahu alam semseta sangatlah besar dangan berbagai galaxy dan tata surya yang bahkan bumi termasuk dalam tata surya  yang terkesan besar pun tidak ada apa apanya, jika dibandingkan dengan hasil ciptaan Allah yang lainya. Manusia memanglah mahkluk ciptaan Allah yang paling sempurna dan pemimpin di muka bumi ini. Namun, hal ini sering membuat manusia terlena dan merasa bahwa dirinyalah sang penguasa.
Dan Allah berfirman :

Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya. Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya? [Q.S. Yusuf/12 : 105-107]
Keindahan alam semesta bukan saja membuat manusia lupa diri tetapi , membuat mereka seperti layaknya binatang yang tidak memiliki akal dan perasaan
Disebutkan dalam firman Allah ;

Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). [Q.S. al-Furqan/25 : 44]
Dalam hal ini kita tahu bahwasannya kita manusia bukanlah segalanya, dan kita manusia haruslah terus bertakwa kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta dan segala isinya, bahkan jangan sampai kita seperti layaknya binatang yang tidak memiliki akal dan perasaan.
Sekian dulu penjelasan dari saya, semoga apa yang saya jelaskan tadi bermanfaat bagi anda. Terima kasih telah berkunjung.

            Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEWAJIBAN BELAJAR MUSLIMIN DAN MUSLIMAT

Manusia Sebagai Mahkluk Peneliti

MANUSIA MAKHLUK BELAJAR (PART2)