TUGAS RESUME AGAMA ISLAM (10/09/2018) KEBENARAN DAN KEBETULAN
Assalamu’alaikum Wr.
Wb.
Pertama kita panjatkan
puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya
bisa menyelesaikan resume ini. Dan tak lupa kita mengucapkan shalawat dan salam
atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang di
ridhai Allah SWT.
Pada hari ini saya akan
menjelaskan tentang kebenaran dan kebetulan. Kebenaran dan kebebetulan berasal
dari kata benar dan betul. Kata benar dan betul merupakan hal yang sama,
berartikan sesuai sebagai mana adanya. Namun, jika kedua kata tersebut
ditambahkan sebuah imbuhan dan konteks yang berbeda maka kedua kata tersebut
memiliki makna yang berbeda seperti kata kebenaran dan kebetulan.
Kebenaran atau Al-Haq
memiliki arti secara etimologi yang berasal dari kata “Hak” yaitu, ketetapan
dan kepastian. Kebenaran merupakan keadaan yang cocok dengan keadaan yang
sesungguhnya atau sesuatu yang sungguh-sungguh terjadi. Berbicara tentang
kebenaran, kebenaran di bagi menjadi dua yaitu, kebenaran sementara dan
kebenaran mutlak.
Kebenaran sementara
adalah kebenaran yang dapat dibantahkan kebenarannya sesuai dengan datangnya
sebuah kebenaran baru yang dapat
membantah kebenaran sebelumnya. Kebenaran sementara salah satunya ilmu
pengetahuan, yang membutuhkan bukti empirik agar kebenaran tersebut terbukti.
Misalnya, Teori Darwin tentang evolusi manusia yang terbantahkan dengan adanya kebenaran
mutlak dalam Al-Quran yang dijelaskan dari beberapa surat di Al-Quran.
Dalam QS.
Al-Mu'minun ([23] : 12-16)
Artinya :
(12) Dan sesungguhnya kami telah
menciptakan menusia (Adam ) dari suatau saripati (berasal ) dari tanah.
(13) Kemudian kami jadikan saripati itu
air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)
(14) Kemudian air mani itu kami jadikan
segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan
segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami
bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia mahkluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah
Allah, Pencipta Yang Paling Baik
15) Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya
kamu sekalian benar benar akan mati.
16) kemudian, sesungguhnya kamu sekalian
akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.
Allah Swt menjelaskan
bahwa manusia diciptakan dari sari pati yang berasal dari tanah. Selanjutnya,
dengan kekuasaan-Nya saripati yang berasal dari tanah itu dijadikan-Nya
menjadi nuthfah air
mani. Dalam istilah biologi, air mani seorang laki-laki disebut sel sperma dan
air mani wanita disebut sel telur (ovum).
Ketika keduanya bertemu dalam proses konsepsi atau pembuahan, maka kemudian
tersimpan dalam tempat yang kokoh yaitu rahim seorang wanita.
Kemudian setalah 40 hari nuthfah tersebut
berkembang menjadi ’alaqah (segumpal darah), kemudian dalam kurun waktu
tertentu pula (40 hari) ’alaqah berubah menjadi mudghah (segumpal daging), lalu
selama kurun waktu tertentu 40 hari berubah menjadi tulang-belulang yang
terbungkus daging, dan akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi anak manusia,
sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut (”kemudian Kami menjadikan dia makhluk yang berbentuk lain”). Setelah itu
kalian menjalankan kehidupan kalian dan akan bertemu dengan kematian yang akan
dibangkitkan kembali pada hari kiamat.
Kebenaran mutlak merupakan
kebenaran yang tidak dapat diubah atau dibantah kebenarannya. Kebenaran
mutlak merupakan suatu ke ridhaan Allah yang dapat kita lihat dalam keseharian dan penemuan yang tak terduga yang
terdapat dalam Al-Quran seperti penemuan kapal Nabi Nuh yang terdapat dalam
surat
Artinya :
(44) Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu,
dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun
diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi , dan dikatakan:
"Binasalah orang-orang yang zalim ."
Ya'ni: Allah telah melaksanakan janjinya dengan membinasakan orang-orang yang kafir kepada Nabi Nuh a.s. dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.
Bukit "Judi" terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia
Ya'ni: Allah telah melaksanakan janjinya dengan membinasakan orang-orang yang kafir kepada Nabi Nuh a.s. dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.
Bukit "Judi" terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia
Allah menjelaskan bahwa
kapal Nabi Nuh berlabuh diatas katas bukit judi yang terletak di Armenia
sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia yang sekarang dikenal dengan Gunug
Ararat Turki.
Sudah jelas bahwa Al-Quran merupakan kebenran mutlak
dan sangat akurat yang tidak dapat kita bantah lagi dengan ilmu pengetahuan
yang ada di masa sekarang
Sekian dulu penjelasan dari saya, semoga apa
yang saya jelaskan tadi bermanfaat bagi anda. Terima kasih telah berkunjung.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb



Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus